Ruang Lingkup Pemodelan dan Simulasi Oleh Muchammad Gamma Al Hakim
1. DASAR-DASAR SIMULASI DAN PEMODELAN
Simulasi diartikan sebagai
teknik menirukan atau memperagakan kegiatan berbagai macam proses atau
fasilitas yang ada di dunia nyata. Fasilitas atau proses tersebut disebut
dengan sistem, yang mana didalam keilmuan digunakan untuk membuat asumsi-asumsi
bagaimana sistem tersebut bekerja.
Untuk melihat bagaimana sistem tersebut bekerja maka dibuat asumsi-asumsi, dimana asumsi-asumsi tersebut biasanya berbentuk hubungan matematik atau logika yang akan membentuk model yang digunakan untuk mendapatkan pemahaman bagaimana perilaku hubungan dari sistem tersebut.
Jika hubungan yang membentuk model cukup simpel, hubungan
tersebut bisa menggunakan metode matematik (seperti aljabar, kalkulus atau
teori probabilitas) untuk mendapatkan informasi yang jelas setiap permasalahan
tertentu, sistem ini disebut dengan solusi analitik. Bagaimanapun juga
untuk memperkenalkan model-model realistik dimana terlalu kompleksnya
sistem-sistem di dunia nyata untuk dievaluasi secara analitik maka model-model
tersebut harus dipelajari secara simulasi.
Dalam simulasi kita menggunakan komputer untuk mengevaluasi model numerikal, dan data digunakan untuk mengestimasi karakteristik yang benar yang diharapkan pada model. Lingkup aplikasi simulasi sangat banyak dan terbagi-bagi. Berikut adalah beberapa jenis permasalahan utama dimana simulasi dibangun menjadi alat yang bermanfaat:
– Perancangan dan analisis sistem manufaktur
– Evaluasi
sistem persenjataan militer atau persyaratan militer lainnya
–
Penentuan persyaratan hardware atau protokol untuk jaringan komunikasi
–
Penentuan persyaratan hardware dan software untuk sistem komputer
–
Perancangan dan operasional sistem transfortasi seperti bandara udara, jalan
tol, pelabuhan laut dan jalan bawah tanah.
– Evaluasi
rancangan pada organisasi jasa seperti call center, restoran cepat saji, rumah
sakit dan kantor pos
–
Reenginering pada pemilikan pabrik
–
Penentuan kebijakan pemesanan barang pada sistem inventori
– Analisis keuangan atau sistem ekonomi
2.` MODEL-MODEL SIMULASI
1. Model Simulasi Statis dan Dinamis
Model simulasi statis adalah merepresentasikan sistem pada waktu utama, atau model ini mungkin digunakan untuk menunjukkan sistem yang mana permainan waktunya sederhana tanpa aturan; contoh simulasi statis adalah model Monte Carlo samping itu model simulasi dinamik menunjukkan sistem sistem yang lambat laun melampaui waktu seperti sistem konveyor pada pabrik.
2. Model Simulasi Determinsistik dan Stokastik
Jika model simulasi tidak berisikan komponen-komponen yang probabilitik (dengan kata lain random), model ini disebut deterministik; penyelesaian sistem (dan analisis yang tidak bisa dikembalikan ) pada penjabaran persamaan yang berbeda sebuah reaksi kimia semesti sebagai model. Dalam model deterministik, outputnya ditentukan sekali membentuk output kuantitas dan hubungan dalam model dikhususkan sama walaupun penentuan yang sebenarnya memerlukan sedikit waktu berhitung untuk mengevaluasi. Banyak sistem bagaimanapun harus dimodelkan seperti pemilikan sekurang-kurangnya beberapa komponen-komponen input random dan membangkitkan model simulasi stokastik. Kebanyakan teori antrian dan sistem inventori (pergudangan) dimodelkan secara stokastik. Model simulasi stokastik menghasilkan output random, karenanya diuji hanya berupa estimasi (perkiraan) kebenaran karakteristiknya pada model; ini merupakan model utama yang tidak menguntungkan dalam simulasi.
3. Model Simulasi Kontinyu dan Diskrit
3. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SIMULASI
Beberapa kelebihan simulasi bisa dihitung secara luas yang
muncul sebagai berikut:
– Sangat
kompleks, dunia sistem yang nyata dengan element stokastik yang tidak dapat
dijelaskan secara tepat oleh model matematik yang dapat dinilai secara
analitik. Dengan demikian, simulasi sering hanya sebagai tipe untuk
kemungkinan investigasi.
– Simulasi
memperkenankan sesuatu untuk mengestimasi kinerja keberadaan sistem dibawah
beberapa kumpulan proyek pada kondisi operasional.
–
Alternatif menyusun rancangan sistem (atau alternatif kebijakan operasional
untuk sistem tunggal) dapat dibandingkan melalui simulasi untuk mengetahui
bagaimana menemukan persayaratan yang spesifik.
– Dalam
simulasi kita dapat menjaga kontrol lebih baik melalui penelitian yang
dikondisikan dari pada kemungkinan akan digeneralisasikan ketika penelitian
dengan sistemnya sendiri.
– Simulasi
memperkenankan kita untuk belajar sebuah sistem sepanjang kerangka waktu,
-misalnya dalam sistem ekonomi-dalam tekanan waktu, atau alternatifnya untuk
belajar kerja sistem secara mendalam dalam perluasan waktu.
Beberapa kerugian simulasi adalah sebagai berikut:
– Kegagalan
dalam membentuk definisi yang baik objek pada awal studi simulasi.
– Tidak
tersedianya level pada model secara mendalam
–
Kegagalan mengkomunikasikan dengan manajemen melalui kursus pada studi simulasi
–
Kesalahpahaman simulasi oleh manajemen
–
Penampilan sebuah studi simulasi jika secara utama diuji dalam program
komputer.
–
Kegagalan masyarakat dengan pengetahuannya tentang metodologi simulasi dan
satatistik dalam team pemodelannya..
–
Kegagalan untuk mengumpulkan sistem data yang baik.
– Tidak
tersedianya software simulasi
–
Sebelumnya menggunakan produk software simulasi yang statemen makronya kompleks
tidak sebaik yang didokumentasikan dan belum bisa mengimplementasikan model-model
logik yang diharapkan.
– Percaya
bahwa mudah menggunakan paket simulasi, yang mana mensyaratkan sedikit atau
tidak bisa melakukan pemrograman, mensyaratkan taraf signifikansi yang rendah
pada teknik kompentensi.
– Animasi
tidak berguna.
–
Kegagalan untuk menghitung secara tepat sumber random dalam sistem aktual.
–
Menggunakan distribusi yang asal-asalan (misalnya, normal, uniform, atau
triangular) sebagai input simulasi.
– Analisa
data output dari sebuah run simulasi (replikasi) menggunakan rumusan yang
diasumsikan independen
– Membuat
replikasi tunggal pada rancangan sistem utama dan diuji output statistik
sebagai jawaban yang benar.
–
Membandingkan rancangan sistem alternatif dalam basis sebuah replikasi untuk
setiap rancangan.
–
Menggunakan bentuk ukuran yang salah.
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id
Comments
Post a Comment